Oleh: PKB Demak | 9 Mei 2009

Seputar Demak

Bangun Komunikasi, Bupati Tilik Desa

bupatiDEMAK– Untuk membangun komunikasi dan mewujudkan transparansi kebijakan pembangunan daerah, Bupati Demak Drs H Tatfa Zani MM memprogramkan kegiatan tilik desa. Kegiatan yang dijadwal sebanyak 17 kunjungan itu berlangsung mulai Mei hingga Juni. Kali pertama acara akan digelar di Desa Purwosari, Kecamatan Sayung dan Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Rabu (6/5).

Bupati menuturkan, selama ini pemerintahannya sudah rutin melakukan komunikasi dengan masyarakat melalui shalat jumat keliling maupun tarawih. Namun, intensitasnya dirasa kurang, karena banyak desa yang mengajukan permohonan temu warga dengan bupati dan wakil bupati.


Menurutnya, melalui forum-forum tersebut banyak nilai positifnya, karena aspirasi masyarakat bisa langsung disampaikan kepada pengambil kebijakan. Selain itu, tilik desa juga membuka pandangan pemerintah terhadap berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. ‘’Seperti untuk menentukan titik lokasi jalan yang akan dibeton. Sebab, semestinya lokasi yang diutamakan adalah yang kepadatan arus lalu lintasnya tinggi,’’ ujarnya.

Karena itu, penggalian aspirasi diperlukan untuk menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan. Dengan metode itu, diharapkan kebijakan yang diterapkan nanti benar-benar pro-rakyat.

Betonisasi Jalan

Dalam kegiatan tilik desa, pihaknya juga mengajak sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Terutama SKPD yang berkaitan langsung dengan berbagai kepentingan masyarakat, seperti kepala Bappeda, Dispertan, Disperindag PM, Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi, Dinas Perikanan Kelautan, serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Mereka dilibatkan langsung dalam kegiatan itu dengan harapan bisa menyerap aspirasi masyarakat secara tepat.

DPU misalnya, diajak tilik desa agar bisa menentukan kebijakan betonisasi jalan di lokasi yang tepat. Dengan masukan masyarakat, betonisasi jalan bisa dilaksanakan di jalur yang ramai, sehingga berdampak pada kemajuan ekonomi masyarakat. Tafta menambahkan, tilik desa memiliki arti penting bagi pemerintahannya. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono juga memerintahkan semua kepala pemerintah daerah untuk melakukan kegiatan seperti itu. ‘’Karena tidak bijak jika mengambil kebijakan pembangunan daerah tanpa mengetahui lapangan,’’ katanya.

Dia berharap seluruh elemen masyarakat memanfaatkan forum tersebut agar terbangun komunikasi yang baik antara pemerintah dengan warga. (H1-37)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com.*6 Mei 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: