Oleh: PKB Demak | 9 Mei 2009

Seputar Demak

Jalan Wonosalam-Dempet Diperbaiki

DemakDEMAK– Kerusakan Jalan Raya Wonosalam-Dempet-Godong, yang merupakan jalur alternatif Demak-Semarang, sejak seminggu terakhir mulai diperbaiki.

Namun, perbaikan baru dilakukan dengan tambal sulam yang terkesan seadanya. Sebab, pada jalan rusak yang ditambal hanya diberi batu kerikil dan aspal.

Penambalan tidak diawali dengan mengeruk jalan yang rusak. Dengan penambalan ringan itu dipastikan keawetan jalan tidak berlahan lama.

Di jalan antarkabupaten itu kerusakan hampir merata di sepanjang jalan. Kerusakan semakin parah ketika awal tahun wilayah tersebut terkena banjir. Banyak lubang menganga yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Akibat kondisi jalan yang rusak, banyak pengguna jalan enggan melalui daerah tersebut. Bahkan, ketika di wilayah Sayung-Kaligawe macet panjang, arus lalu lintas dari Kudus yang menuju Semarang, tidak melewati jalur alternatif tersebut.

Mereka lebih memilih jalur Onggorawe-Mranggen atau Buyaran-Karangawen, karena kondisinya lebih baik. Di dua jalur tersebut sebagian besar jalan terbangun dengan konstruksi beton bertulang.

Hanya saja, ruas jalan Onggorawe-Mranggan memiliki lebar sekitar empat meter, sehingga ketika ada dua kendaraan roda empat berpapasan, salah satunya harus menepi. Berbeda dengan jalur Buyaran-Karangawen yang lebih lebar. Namun, di jalan ini masih terdapat ruas yang rusak sepanjang sekitar dua kilometer. Sedangkan lainnya sudah mulus, terbangun dari beton dan hotmix.

Anggota Komisi C DPRD Demak Sumardi meminta Pemerintah Provinsi melakukan perbaikan optimal pada jalan Wonosalam-Godong yang merupakan jalan provinsi. Menurutnya, perbaikan tambal sulam yang selama ini dilakukan tidak bisa bertahan lama, padahal jika kondisi jalan tersebut mulus dipastikan transportasi perekonomian warga akan berkembang pesat.

’’Semestinya konstruksi bangunan jalan harus kuat yang mampu dilewati kendaraan bertonase besar. Sebab, jalan di situ sering dilewati truk-truk bermuatan berat di luar kemampuan beban jalan,’’ tuturnya.

Warga Wonosalam, Sumarto, mengharapkan perbaikan tidak hanya dengan tambal sulam. Sebab, dipastikan jalan akan kembali rusak, mengingat jalur tersebut cukup padat. Apalagi tekstur tanahnya labil, sehingga mudah rusak. ’’Satu satu solusi adalah dibuatkan jalan beton,’’ tambahnya. (H1-37)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com*8 Mei 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: