Oleh: PKB Demak | 8 Mei 2009

Seputar Pemilu Legislatif 2009 Kab. Demak (3)

09 April 2009

Ketua KPU dan Ketua Panwas Islah

* Klarifikasi Sempat Memanas

KPUDEMAK– Hubungan yang sempat memanas antara KPU Demak dengan Panwas terkait dengan DPT bermasalah, akhirnya mencair. Ketua KPU Machmud Suwandi SAg menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Panwas Achmad Zaid di Kantor Panwas.

Sebelum islah terjadi, dalam pertemuan klarifikasi yang dihadiri empat anggota KPU Demak itu, sempat memanas. Sebab, Machmud Suwandi yang dimintai klarifikasi bersikukuh bahwa pernyataan dirinya di media massa yang menyebutkan data temuan DPT bermasalah merupakan liar, tidak bermaksud menyinggung Panwas.

Ia menyebut liar, karena dalam kertas data yang dibagikan kepada pimpinan parpol soal DPT bermasalah, tidak menyebutkan lembaga yang mengeluarkan.
Untuk menguatkan pendapatnya itu, ia menjelaskan kata demi kata berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia.

Seperti kata liar, tindak lanjuti, dan sebagainya. Penilaian temuan itu sebagai selebaran liar, karena Panwas tidak menyampaikan secara resmi dan formal. ’’Jadi, saya membedakan mana yang resmi dan tidak. Untuk temuan DPT bermasalah yang disampaikan melalui surat resmi, langsung kami tindaklanjuti,’’ katanya.

Bisa Dipertanggungjawabkan

Mendapat penjelasan itu, Ketua Panwas Achmad Zaid mengatakan, semestinya ketua KPU bisa bersikap arif dalam menilai sesuatu. Sebab, kendati dalam kertas data DPT yang diberikan kepada pimpinan parpol tidak disertai tanda tangan dirinya atau kertas berkop surat Panwas, yang membawa data itu adalah dirinya.

’’Kertas data itu yang bawa saya sendiri. Itu artinya data dari Panwas yang bisa dipertanggungjawabkan,’’ tuturnya.Berdebatan semakin memanas, karena Machmud Suwandi merasa tidak bersalah, sedangkan Achmad Zaid memandang pernyataan Ketua KPU Demak melecehkan lembaga Panwas.

’’Kami tidak ingin mencari pembenaran, tetapi yang kami inginkan adalah penyelesaian terbaik. Kalau saudara ketua KPU merasa tidak bersalah dan tidak ada kata permohonan maaf, kami akan melanjutkan kasus ini ke Bawaslu dan melaporkan pencemaran nama baik ke Polres,’’ katanya dengan nada keras.

Ketegangan yang berlangsung selama 25 menit itu baru mencair setelah Machmud berdiri dan menghampiri Achmad Zaid sambil mengatakan kalau dirinya bersalah dan menyinggung perasaannya, maka ia meminta maaf.

Sebagai mitra kerja, kata dia, KPU dan Panwas harus bersama-sama menjaga suasana kondusif. Apalagi pemilu legislatif tinggal hitungan jam. Setelah bersalaman, keduanya saling berpelukan. (H1-37)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com -09 April


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: