Oleh: PKB Demak | 8 Mei 2009

Seputar Pemilu Legislatif 2009 Kab. Demak (11)

15 April 2009

PPK Hitung Ulang Rekapitulasi Suara

Pemilu 2009MRANGGEN– PPK Mranggen, Demak, akan melakukan penghitungan ulang jumlah suara di TPS yang diduga terjadi penggelembungan suara.

Penghitungan ulang dilakukan menyusul temuan penggelembungan suara oleh Panwascam Mranggen di TPS 7 Mranggen dan yang terbaru di TPS 3 Jamus.
Ketua PPK Mranggen Agus Supriyanto SE, Selasa (14/2) mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari Panwascam Mranggen yang melaporkan terjadinya penggelembungan suara di dua TPS, yakni di TPS 7 Mranggen (SM 14/4) dan TPS 3 Jamus.

Dalam surat itu menyebutkan bahwa di TPS 3 Jamus terdapat 334 DPT dengan jumlah pemilih yang hadir 286 dan tidak hadir 48. Sementara, suara sah ada 251 dan tidak sah 35 dengan total 286 suara.

’’Tetapi, penghitungan suara DPRD kabupaten/kota ada 480 suara, DPRD provinsi 340 suara, dan DPR RI 460 suara,’’ kata Agus.

Penambahan suara yang diarahkan kepada salah satu partai atau caleg itu bisa diterjemahkan sebagai penggelembungan. Namun, bila itu diarahkan kepada semua caleg dan parpol serta suara sah yang ada melebihi DPT dan pemilih hadir, maka hal itu bisa jadi kesalahan administrasi atau ketidaktahuan KPPS dalam melakukan penghitungan.

’’Karena itu, PPK akan menempuh penghitungan ulang jumlah suara di TPS itu, di pendapa kecamatan yang akan disaksikan seluruh masyarakat dan saksi,’’ ujar Agus.

Deadlock

Sementara itu, Agus juga mengatakan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan untuk pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD yang digelar mulai 11 -15 April di pendapa kecamatan, mengalami deadlock selama dua hari, yakni 13 dan 14 April.

Hal itu lantaran ada kebijakan baru dari KPU yang menyarankan agar pola pleno yang semula dilaksanakan per-TPS itu diubah, yakni menunggu dukungan rekapitulasi yang telah dilakukan PPS.

’’Bila pola pleno dijalankan dengan pola per TPS, Mranggen dengan 335 TPS ini akan membutuhkan waktu 23 hari untuk menyelesaikan rekapitulasi. Karenanya, selama dua hari pleno mengalami deadlock, lantaran menunggu rekap dari PPS,’’ lanjut Agus.

Hasil rekap tersebut nantinya akan digandakan kepada para saksi untuk dipelajari dan pleno pada Rabu (15/4), bisa berjalan lancar dan tidak terjadi ketimpangan.
Hambali mewakili PPS se-Kecamatan Mranggen menambahkan, KPUD Demak diharapkan mengusulkan kepada KPU provinsi untuk menganggarkan lagi honor KPPS sebagai uang lembur. Sebab, dalam tugasnya KPPS harus bekerja lembur hingga pukul 02.00-03.00.

’’Kalau KPU tidak bisa merealisasikan uang lembur, tidak menutup kemungkinan yang akan datang, warga tidak ada yang mau diangkat menjadi KPPS.’’  (J12-37)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com – 15April 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: