Oleh: PKB Demak | 8 Mei 2009

Seputar Pemilu Legislatif 2009 Kab. Demak (4)

10 April 2009

Pasien Rumah Sakit Tak Gunakan Hak Pilih

DEMAK– Dihapusnya TPS khusus di rumah sakit membuat pasien dan warga yang menunggu tidak menggunakan hak suara mereka. Padahal, KPPS terdekat bersama KPU Demak telah jemput bola mendatangi tempat tersebut dan menyiapkan tempat pemungutan suara.

Tidak adanya pengguna yang mempunyai hak pilih setidaknya terlihat di dua rumah sakit di Demak kota, yakni RSI NU dan RSD Sunan Kalijaga. Petugas sempat mendatangi dari bangsal ke bangsal untuk memberitahukan kepada pasien dan keluarga yang bezuk. Namun, tidak satu pun dari mereka yang memanfaatkan pelayanan jemput bola tersebut.

Muhdi, warga Bonang yang menunggu saudaranya di RSD Sunan Kalijaga mengaku tidak sempat mengurus perpindahan kartu suara dari TPS di desanya dengan kartu A5, untuk dipakai di rumah sakit. Selama ini pikirannya terfokus mengurus kesembuhan istrinya. ”Saya saja terpaksa tidak menggunakan hak pilih, waktunya yang tidak memungkinkan, karena di rumah sepi,” katanya.

Gambaran seperti itu juga terlihat di RSI NU. Meski petugas mendatangi satu per satu ruang rawat inap, tidak ada yang bisa memakai hak suaranya. Ada pasien yang menunjukkan surat undangan pemungutan suara, namun tidak diperbolehkan. Sebab, warga yang diperbolehkan mencontreng di TPS lain adalah mereka yang memiliki kartu A5.

Delapan Orang

Sementara itu, pemungutan suara di Rumah Tahanan Demak hanya diikuti delapan warga binaan. Jumlah warga binaan di tempat itu sebanyak 98 orang. Mereka menggunakan hak pilih sekitar pukul 11.45. Petugas TPS 5 Desa Bintoro, Kecamatan Demak, bersama tiga anggota KPU Demak Jessy Tri Joeni, Machmudi, dan Ngaijan melakukan pemungutan suara di dalam rumah tahanan.

Delapan penghuni rutan yang ikut mencontreng adalah mantan Kabag Dalbang Setda Demak H Soenarko dan mantan Kades Donorejo, Kecamatan Karangtengah, Antoko.

Kepala Rutan Demak Suprapto menuturkan, sedikitnya jumlah warga binaan yang mengikuti pungutan suara, karena tempat tinggal keluarganya jauh. Dari delapan orang tersebut sebagian besar berasal dari Demak kota, seorang lainnya dari Semarang.

Menurutnya, setiap setelah senam pagi, Kepala Pelayanan Tahanan, Isman selalu menginformasikan agar mereka menggunakan hak pilih dalam pemilu legislatif. Sebab, hal itu merupakan hak semua warga negara, termasuk mereka yang berada di rumah tahanan. Pemberitahuan tentang hal itu juga disampaikan kepada keluarga mereka saat menjenguk. (H1-37)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com -09 April 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: