Oleh: PKB Demak | 12 November 2007

Petani diminta Mengawasi dan Mengawal Bantuan Benih Padi

mufid_pkb1.jpgDemak, Anggota Komisi IV DPR RI, Drs. H. Mufid A Busyairi, MPd, kemarin (Minggu, 11/11)melakukan silaturahmi dan dialog dengan kelompok tani se-Kabupaten Demak di Desa Kebonagung, Demak. Kegiatan yang difasilitasi DPC PKB Demak tersebut dihadiri Ketua Dewan Syuro DPC PKB Demak, KH Zaenal Arifin dan Ketua DPC H Muchlasin, SE serta masyarakat Kelompok tani se-Kabupaten Demak.

Bantuan benih padi varietas unggul yang diberikan kepada kelompok tani di sejumlah daerah, perlu mendapat pengawalan dari masyarakat khususnya para petani itu sendiri” Kata Mufid.

Dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan petani, ada sejumlah informasi kepada saya yang menyebutkan terdapat kelompok tani yang berkesan fiktif. Seperti pengambilalihan kepengurusan kelompok tani oleh perangkat desa, bahkan kepala desa

”Kalau proses yang terjadi seperti itu memang akan berdampak kurang baik bagi para petani yang menjadi anggotanya. Sejauhmana hak petani benar-benar diterima” Kata Mufid lebih lanjut.

Wakil rakyat dari PKB ini menjelaskan kepengurusan kelompok tani sebaiknya dari petani itu sendiri. Artinya bukan dari perangkat desa atau kepala desa yang tidak pernah mengelola pertanian. Sebab, banyak dari mereka yang mendapat bengkok tanah tetapi tidak menggarap bengkoknya. Mereka hanya menjual sewa tanah bengkoknya, sehingga tidak begitu mengetahui persoalan pertanian. ”Karena itulah kami berharap petani atau kelompok tani ikut mengawal agar tidak terjadi penyimpangan bantuan bibit.”

“Bahkan Kader PKB pun harus ikut mengawalnya juga agar benar-benar bantuan bibit benih tersebut sampai ke tangan Petani” Katanya disambut aplaus meriah yang hadir.

Membentuk Kelompok Tani Baru

Selama ini bantuan benih dari pemerintah, masih menjadi sorotan karena memang dari segi jumlah masih kurang. Masih terdapat petani yang belum mendapat bantuan. Terlebih mereka yang tidak masuk anggota kelompok tani.

“Tentang beberapa petani yang belum masuk atau dikeluarkan dari kelompok tani, saya sarankan untuk membentuk kelompok tani baru. Hal ini guna kelancaran dan pemerataan distribusi serta menghindari penyelewengan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab” Tambahnya.

Tentu dengan jumlah dan memiliki lahan yang luasannya sesuai dengan persyaratan sebagaimana ketentuan berlaku.”Kalau ada 25 petani, bikin kelompok baru dan daftarkan pada dinas pertanian,” tutur anggota DPR RI dari FKB ini.

Acara tersebut berlangsung gayeng dengan dialog –dialog khas petani. Selama ini petani khususnya di Demak memang sangat membutuhkan bantuan pertanian baik berupa benih, pupuk dan sejenisnya dari pemerintah. Ditambah petani di Demak sebentar lagi akan menghadapi musim tanam padi. (SM & dari berbagai sumber)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: