Oleh: PKB Demak | 20 September 2007

GUS DUR SIAP MAJU KEMBALI PADA PILPRES 2009

presiden.jpgBursa Pilpres 2009 semakin ramai. Setelah PDI-Perjuangan mengajukan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Capres 2009, kini giliran Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga menegaskan akan maju menjadi capres jika dirinya mendapat restu dari lima kiai kharismatik Nahdlatul Ulama (NU).

”Saya nggak mau nyebut nama-nama beliau. Yang jelas beliau-beliau itu sudah berumur 75-93 tahun. Jadi, jika ditunjuk sebagai presiden, saya telah siap dengan berbagai konsep, tidak hanya konsep politik tapi juga konsep sosial ekonomi.,” katanya.

”Saya akan maju sebagai Capres dalam pemilihan presiden 2009 mendatang, jika direstui dan diberi mandat oleh lima kiai sepuh kharismatik NU seperti yang dulu pernah meminta saya maju sebagai presiden pada pemilu 1999,” katanya di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Selasa (18/9) kemarin.

Berkaitan dengan PNS, Mantan Ketua Umum PBNU itu berjanji akan kembali menaikkan gaji PNS menjadi 10 kali lipat agar tidak terjadi korupsi di pemerintahan.

Pada kesempatan itu Gus Dur mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait soal penanganan pasca gempa Bengkulu dan Sumatera Barat.

”Kalau gempa, kita memang tidak bisa hindari. Sedangkan penanganannya kan ada di orang-orangnya. Masak ngatur mereka itu saja nggak bisa,” tandas Gus Dur.

Kegagalan

Dikatakan, dengan kegagalan menangani kasus gempa dan sebelumnya kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, lebih baik jika SBY mundur sebagai Presiden.

Gus Dur juga melihat kegagalan SBY dalam menangani kasus anarkis yang terjadi di Tasikmalaya beberapa waktu lalu yang melibatkan kelompok aliran agama Wahidiyah dengan masyarakat tak dikenal.

Pada 12 September tengah malam lalu, telah terjadi aksi penyerangan dan perusakan terhadap kelompok Islam aliran Wahidiyah di Tasikmalaya oleh sekelompok massa tak dikenal.

Akibat tindakan anarkis itu banyak pabrik, tempat ibadah dan lima rumah pengikut aliran Wahidiyah, di Kampung Sindangasih, Cigantang dibakar serta dirusak massa.

Tidak ada korban jiwa dalam aksi anarkis tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Karena itu, Gus Dur meminta aparat kepolisian segera menangkap pihak yang bertanggung jawab. Gus Dur juga meminta pertanggungjawaban Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya yang telah mengeluarkan fatwa mengharamkan aliran Wahidiyah.

Pasalnya, penyerangan tersebut dipicu oleh munculnya fatwa MUI yang menyebutkan bahwa aliran Wahidiyah sesat, dan menyesatkan. Gus Dur menyambut baik reaksi Ketua FPI Habib Rizieq yang mengatakan bahwa organisasi FPI akan dibubarkan jika ada anggotanya yang terlibat dalam kasus penyerangan tersebut.

Yang terpenting, menurut Gus Dur, pemerintah harus bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat pada penyerangan tersebut. Kalau terbukti mereka itu bersalah, maka aparat harus berani bertindak. ”Kalau tidak, apa jadinya negara ini, kalau anarkisme itu dibiarkan terus-menerus. Bukankah negara ini berkewajiban melindungi warga negaranya dari berbagai bentuk ancaman,” ujarnya. (sumber : Harian Suara Merdeka)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: